Paradigma Kaum Tertindas

Sudah menjadi kehendak Kami bahwa Kami akan melimpahkan kurnia Kami atas mereka yang selama ini menderita dan tertindas di muka bumi dan akan Kami tetapkan mereka menjadi pemimpin dan pewaris bumi.

(Q.S 28:5)

Mukaddimah

  1. Banyak yang diperoleh Syari’ati dari leluhurnya ; dia tetap belajar filsafat untuk tetap menjadi manusia di tengah-tengah kehidupan yang telah tercemar, dikala terasa sekali betapa sukarnya untuk tetap menjadi manusia di kala seruan jihad perlu diulang setiap hari, dan di kala jihad tidak mungkin dilancarkan.
  2. Ada tiga aspek kegiatannya waktu itu yang membedakannya dari orang lain: perjuangan intelektual, perjuangan taktis dan perjuangan untuk menumbuhkan suatu sistem pendidikan yang benar. Ketiga bentuk perjuangan tersebut berorientasi kepada rakyat, tau lebih luas lagi kepada umat.
  3. Hidup dan waktu tidak lagi membiarkan mereka yang bersih dan tanpa kawan. Hidup akan membela mereka dan waktu akan membenarkan mereka. Yang palsu tidak dapat mencemarkan yang murni, betapapun banyak batu yang mereka lemparkan dan anjing yang mereka lepaskan untuk membinasakan mereka.
  4. Berpikir benar adalah pengantar kepada pengetahuan yang benar, sedang pengetahuan yang benar menjadi pengantar kepada iman. Bersama ketiganya merupakan alat kelengkapan bagi hati nurani yang sadar dan bagi setiap usaha mencapai kesempurnaan, praktis dan teoritis.
  5. Keyakinan dan iman yang dangkal tanpa kesadaran mudah berubah menjadi fanatisme, takhayul, dan akan menghambat jalan pembangunan sosial.

Cara Memahami Islam

  1. Tugas kita terbesar dan terpenting saat ini adalah berbicara, berbicara yang benar, membicarakan penderitaan kita, tetapi sekaligus juga secara tepat dan ilmiah serta menganalisa apa yang kita alami.
  2. Sudah barang tentu, jika kita tidak tahu apa yang kita kehendaki, maka kita pun tidak tahu apa yang kita lakukan. Maka tugas pertama kita adalah memahami agama dan aliran pemikiran kita.
  3. Kembali pada sejarah, saya kira hijrah adalah suatu prinsip yang sangat luhur dan merupakan konsep yang sama sekali baru. Hijrah merupakan faktor utama kebangkitan peradaban sepanjang zaman.
  4. Islam tidak mengenal kebetulan, karena semua berada di tangan Allah. Islam menolak sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tanpa sebab atau tujuan, baik dalam alam maupun dalam masyarakat manusia.
  5. Demikianlah Al-Qur’an dialamatkan kepada An-nas, beliau berbicara kepada An-nas; An-nas-lah yang bertanggung jawab atas perbuatan mereka sendiri, An-nas-lah yang menjadi faktor dasar kemorosotan, ringkasnya An-nas-lah yang memikul seluruh tanggung jawab terhadap masyarakat dan sejarah.
  6. Islam adalah ajaran sosial pertama yang mengandalkan massa sebagai faktor yang sadar, yang menentukan sejarah dan masyarakat bukan mereka yang terpilih, sebagaimana pendapat Nietzsche, bukan paran aristokrat dan ningrat sebagaimana yang dikemukakan Plato, bukan tokoh-tokoh besarnya Carlyle dan Emerson, bukan mereka yang berdarah murni yang digambarkan oleh Alexis Carrel, bukan pula para pendeta maupun intelektual, melainkan massa.
  7. Manusia bebas berbuat dan bertindak. Tetapi untuk dapat merealisasikan kebebasannya dia harus memperhatikan hukum-hukum alam yang ada.
  8. Ada empat faktor yang mempengaruhi nasib masyarakat : pribadi besar, kebetulan, norma, dan rakyat (An-nas). Di antara keduanya, yang paling penting adalah norma dan rakyat (An-nas), karena An-nas merupakan kehendak massa rakyat, sedangkan norma adalah hukum-hukum yang hidup dalam masyarakat dan dapat dibuktikan secara ilmiah.
  9. Terdapat lima aspek atau karakteristik yang menonjol pada setiap agama, lalu dapat dibandingkan dengan aspek atau karakteristik yang bersamaan pada agama-agama lain : Tuhan, Nabi, Kitab, keadaan sekitar awal kehadiran Nabi masing-masing agama, serta kepada siapa dialamatkan, dan manusia-manusia pilihan yang dihasilkan oleh masing-masing agama tokoh-tokoh representatif didikan agama yang bersangkutan kemudian ditampilkan kepada masyarakat dan sejarah.

Manusia dan Islam

  1. Semua manusia bukan hanya sama, tetapi juga bersaudara. Antara kesamaan dan persaudaraan terdapat perbedaan yang cukup jelas. Kesamaan adalah konsep legal, sedangkan persaudaraan memancarkan keseragaman sifat serta disposisi semua manusia. Bagaimanapun keanekaannya, namun manusia berasal dari sumber yang satu.
  2. Berbeda dengan semua filsafat dunia lama ,pria dan wanita diciptakan dari zat dna bahan yang sama, pada waktu yang sama, berasal dari ibu-bapak yang sama.
  3. Keunggulan manusia atas para malaikat maupun seluruh makhluk lain berpangkal pada pengetahuan.
  4. Kedudukan manusia berada di antara lumpur dan Allah. Karena ia memiliki kehendak, maka ia bisa memilih salah satu dari dua kutub itu. Karena ia memiliki kehendak, maka ia harus dapat bertanggung jawab. Manusia adalah pemikul amanah Allah dalam dunia dan dalam alam.
  5. Untuk kalian usaha kalian, untuk mereka usaha mereka (QS 2:134)

Pandangan Hidup Tauhid

  1. Tauhid sebagai pandangan hidup saya yang saya maksudkan ialah kita memandang seluruh alam semesta sebagai suatu kesatuan. Tauhid adalah suatu pandangan hidup tentang kesatuan universal kesatuan antara tiga hipostatis yang terpisah, Allah, alam, dan manusia. Kesemuanya memiliki arah yang sama, kehendak yang sama, ruh yang sama, gerak yang sama, serta hidup yang sama pula.
  2. Ajaran tauhid menolak keseberagaman, pluralitas dan kontra diksi, baik dalam sejarah, masyarakat atau bahkan dalam diri manusia sendiri.
  3. Tauhid ditafsirkan sebagai kesatuan antara alam dengan meta-alam, antara manusia dengan alam, antara manusia dengan manusia, antara Allah dengan dunia dan dengan manusia. Semua ini, dalam ajaran tauhid, merupakan suatu sisstem yang total, harmonis, hidup, dan sadar.

Manusia, Allah-Iblis, Ruh-Lempung

  1. Kisah dan kejadian Adam dalam Al-Quran adalah humanisme yang paling dalam dan paling maju. Adam mewakili seluruh manusia. Dia adalah esensi umat manusia, manusia dalam pengertian filosofis, bukan biologis.
  2. Agama berarti jalan, atau cara, bukan tujuan. Semua kesengsaraan yang dialami umat-umat beragama adalah akibat berubahnya jiwa dan tujuan agama. Peranan agama telah berubah. Bila kita mengubah jalan menjadi tujuan, beramal demi untuknya, menghiasnya, dan tergila-gila padanya, bila kita tersinggung dan marah kepada orang yang tidak menyetujuinya, maka kita akan tesesat.
  3. Sesat setelah menemukan jalan begini adalah lebih buruk daripada kalau kita belum menemukannya.

Qabil dan Habil

  1. Habil mewakili sistem ekonomi penggembalaan, suatu sistem sosialisme primitif sebelum ada sistem milik. Ditandai dengan ekonomi penggembalaan, perburuan dan penangkapan ikan. Sedangkan Qabil mewakili sistem pertanian, sesuai dengan karakteristik sosial dan kelas dalam periode masyarakat kelas, dengan sistem perbudakan dan dengan psikologi pertuanan. Kemudian seluruh sejarah merupakan arena pertarungan antara Qabil si pembunuh dan Habil di korban. Atau antara lain : antara penguasa dengan yang dikuasainya.
  2. Hak milik pribadi membelah masyarakat kesatuan. Bila hak milik rpibadi telah menjadi norma kebiasaan, tidak seorang pun merasa puas dengan jumlah yang benar-benar diperlukannya.
  3. Sudah menjadi kehendak Kami bahwa Kami akan melimpahkan kurnia Kami atas mereka yang selama ini menderita dan tertindas di muka bumi dan akan Kami tetapkan mereka menjadi pemimpin dan pewaris bumi. (QS 28:5)

Dialektika Sosiologi

  1. Hanya ada dua struktur yang mungkin ada dalam masyarakat. Pada struktur pertama masyarakat menjadi penentu nasibnya sendiri, segenap warganya beramal untuk menjadi masyarakat dan demi kepentingan masyarakat. Pada strktur kedua, para peroranganlah yang menjadi pemilik dan penentu nasib mereka masing-masing maupun nasib masyarakat.
  2. Tahap-tahap perkembangan sosial menurut Marx Pertama, Sosialisme primitif : masyarakat hidup secara kolektif dan berdasarkan kesamaan. Kedua adalah perbudakan : masyarakat terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas yang dipertuan dan budak. Ketiga adalah penghambaanyakni di satu pihak ada kelas pemilik tanah dan di pihak lain ialah kelas yang terdiri dari para hamba. Keempat adalah feodalisme yaitu dalam batas tertentu pemilik tanah merupakan yang dipertuan yang menikmati kekuasaan politik atau massa tani. Dia memiliki kehormatan dan kemuliaan berkat darah dan keturunannya. Terakhir adalah borjuasi, yakni struktur yang didasarkan atas usaha perdagangan, usaha kerajinan, kehidupan kota serta pertukaran mata uang.
  3. Perkembangan penuh borjuasi dan industri : kapital telah bertumpuk, sedangkan produksi terkosentrasi pada industri besar.
  4. Dalam Al-Quran Firaun adalah lambang kekuasaan politi; Qarun melambangkan kekuasaan ekonomi, sedang Bal’am melambangkan jabatan kependetaan resmi.
  5. Di dalam setiap masyarakat kelas terdapat dua kelas yang saling berlawanan dan bertentangan, di satu pihak adalah raja, pemilik dan sang ningrat, sedangkan di pihak lain adalah Allah dan rakyat. Di satu pihak adalah agama dan kesebaragamnnya, di satu pihak lain ialah agama tunggal.

Masyarakat ideal : Umat

  1. Umat ialah suatu masyarakat dimana sejumlah perorangan yang mempunyai keyakin dan tujuan yang sama, menghimpun diri secara harmonis dengan maksud untuk bergerak maju ke arah tujuan bersama.
  2. Manusia ideal memiliki tiga aspek : kebenaran, kebajikan dan keindahan. Dengan perkataan lain : pengetahuan, akhlak, dan seni. Menurut fitrahnya, dia adalah khalifah Allah. Dia adalah kehendak yang komit dengan tiga macam dimensi : kesadaran, kemerdekaan dan kreativitas.
  3. Eksistensinya adalah jalan mulus yang ditempuh oleh kehendak Allah, yang berkenan melaksanakan tujuan akhir ciptaan-Nya dalam dirinya dan dengan dirinya.

Wajah Muhammad

  1. Nabi-nabi termasuk kelas rakyat jelata paling bawah dari masyarakatnya. Mayoritas dari mereka adalah penggembala, dan beberapa dari mereka adalah pengrajin, seniman, dan tukang yang terdapat dalam masyarakat primer dan dalam amsa sejarah. Mereka termasuk dalam kelompok yang tidak mempunyai posisi sosial. Mereka dirundung kemiskinan, penderitaan dan diabaikan.
  2. Islam merupakan satu-satunya agama di dunia ini dengan beberapa dimensi. Kekuatan yang diterapkan pada masyarakat bukanlah satu arah.
  3. Dapatkah dipercaya bahwa orang yang selama sepuluh tahun hidupnya di Madinah  memimpin enam puluh ekspedisi militer, dan memandang kebiaraan agamanya adalah jihad dan perjuangan, mengandung jiwa di lubuk hati sedalam Budha, memiliki benak dengan imajinasi dan kecerdikan kitab-kitab Upanishad, dalam logikanya memiliki kebijaksanaan yang kukuh bagai Socrates, dan di matanya daya tarik dan pesona bagi Lao dari China.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started