Belanda mati karena pangkat. Cina mati karena uang. Arab mati karena agama. Tetapi Melayu mati karena adat. Kalau Belanda berbenteng besi, Melayu berbenteng adat.
Category Archives: Sastra Indonesia
Menertawakan Kesialan Melalui ‘Muslihat Musang Emas’
Kumpulan cerpen ‘Muslihat Musang Emas’ merupakan buku karya Yusi Avianto Pareanom pertama yang saya. Buku ini terasa menyegarkan, walau cerita yang dibahas cenderung termasuk dalam humor yang gelap. Sebagian besar cerita dalam cerpen ini mempunyai alur yang maju mundur, sehingga pembaca harus teliti. Namun hal itu yang membuat masing-masing cerita begitu menarik untuk disimak hinggaContinue reading “Menertawakan Kesialan Melalui ‘Muslihat Musang Emas’”
Melihat Kehidupan Sosial Masyarakat Minangkabau Awal Abad 20 Melalui Novel ‘Sengsara Membawa Nikmat’
Novel Sengsara Membawa Nikmat merupakan novel klasik Indonesia yang terbit pada tahun 1928. Novel yang diterbitkan oleh Balai Pustaka ini dikarang oleh Sutan Sati dan termasuk sebagai salah satu novel sastra Indonesia yang populer hingga saat ini. Novel ini menceritakan tentang Midun, seorang pemuda Minangkabau yang terkenal akan budi baiknya di tengah masyarakat. Warga kampungContinue reading “Melihat Kehidupan Sosial Masyarakat Minangkabau Awal Abad 20 Melalui Novel ‘Sengsara Membawa Nikmat’”
Hidup di Tengah Masyarakat Bersama Orang-orang Bloomington
Novel Orang-orang Bloomington merupakan buku kumpulan cerpen pertama yang saya baca. Saya sangat jarang membaca cerpen karena lebih tertarik kepada satu cerita utuh dalam novel. Namun karena banyaknya orang-orang yang memberikan apresiasi kepada novel ini, dan karena novel ini telah diulas oleh nama-nama besar seperi Agus Noor, Leila S, serta Eka Kurniawan, maka saya bacaContinue reading “Hidup di Tengah Masyarakat Bersama Orang-orang Bloomington”
Persoalan Pernikahan Antar Bangsa dalam Novel ‘Salah Asuhan’
Awal abad ke-20 di Indonesia menjadi masa dimana feodalisme masih terus berlangsung bersamaan dengan masuknya era modren ala barat yang dibawa oleh bangsa Belanda. Hanafi menjadi salah satu dari sedikitnya orang pribumi yang dapat bersekolah menyaksikan era modren tersebut. Sejak kecil, Hanafi telah dikirim oleh ibunya ke Betawi untuk mengecap pendidikan ala barat. Ibunya merasaContinue reading “Persoalan Pernikahan Antar Bangsa dalam Novel ‘Salah Asuhan’”
Menapaki ‘Jejak Langkah’ Minke, Tokoh Intrepetasi Bapak Pers Nasional
Upaya Minke untuk mengenali bangsanya sendiri membuat Minke menyadari bahwa bangsanya membutuhkan wadah untuk saling bertukar informasi, bertukar pikiran dan menyatakan pendapat. Pasalnya, media massa yang selama ini ia agung-agungkan karena mampu menyebarluaskan ilmu pengetahuan itu memiliki ekonomi politik media yang hanya menguntungkan pihak kolonial. Masyarakat dibiarkan terbelenggu dalam kebodohan, kegelisahan yang ada di dalamContinue reading “Menapaki ‘Jejak Langkah’ Minke, Tokoh Intrepetasi Bapak Pers Nasional”
Anak Semua Bangsa, Upaya Mengenali Bangsa Sendiri
Berbeda dengan buku sebelumnya (Bumi Manusia), pada buku kedua pada Tetralogi Buru ini Minke yang telah dikecewakan dengan bangsa Belanda yang dianggap sebagai bangsa eropa terpelajar, mulai mencoba untuk turun lansung ke lapangan melihat kehidupan bangsanya sendiri. Hal ini diawali dengan tuduhan Jean Marais, sahabat Minke yang menganggap Minke tidak dapat mengenal bangsanya sendiri karenaContinue reading “Anak Semua Bangsa, Upaya Mengenali Bangsa Sendiri”
Novel Perburuan : Impian Kemerdekaan Menjelang Kekalahan Jepang
Ada tiga hal yang mendasari saya untuk membaca novel yang membuat Pramoedya Ananta Toer merasa diakui jadi penulis ini. Pertama, novelnya diadaptasi dalam bentuk film. Sehingga, saya berniat untuk terlebih dahulu membaca novelnya sebelum kemudian menonton filmya (sekarang saya sudah menonton filmnya, tapi sayangnya tidak terlalu bagus). Kedua, Goenawan Mohammad berkata bahwa novel Perburuan iniContinue reading “Novel Perburuan : Impian Kemerdekaan Menjelang Kekalahan Jepang”
Novel Sitti Nurbaya, Berbicara Emansipasi Ditengah Kekakuan Tradisi
Tidak peduli telah berbagai macam produk budaya populer muncul setiap harinya, dari satu generasi ke generasi lain, namun novel Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) nampaknya tidak akan kalah dan akan terus abadi di tengah masyarakat Indonesia. Meskipun novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1920, tokoh fiktif Sitti Nurbaya tetap melekat bagi berbagai kalangan. NovelContinue reading “Novel Sitti Nurbaya, Berbicara Emansipasi Ditengah Kekakuan Tradisi”
Novel Atheis : Tentang Iman dan Pentingnya Sebuah Pendirian
Dari judul novelnya saja, yaitu kata “Atheis” sudah memberikan makna yang berbeda-beda bagi masing-masing orang. Munculnya orang-orang atheis,atau orang-orang yang tidak percaya tuhan menjadi momok ketakutan tersendiri bagi masyarakat kita. Bagaimana tidak, bangsa Indonesia sudah dari dulu menganut berbagai agama maupun kepercayaan, yang berarti bangsa Indonesia percaya bahwa adanya suatu “zat” pencipta. Terlebih lagi agamaContinue reading “Novel Atheis : Tentang Iman dan Pentingnya Sebuah Pendirian”