
Judul : Tentang Manusia Indonesia dsb.
Pengarang : Toeti Heraty N. Roosseno
*Dua aspek yang mengemuka pada suatu kebudayaan, ialah kearifan lokal (lokal wisdom) sebagai suatu wawasan total dan local genius sebagai suatu keunggulan lokal.
*“What is liberty without wisdom and virtue, it is the greatest of all possible evils”
*Budaya diartikan sebagai budi dan daya, daya atau kekuatan pada budi dan menjadi penggerak dan sumber pada kebudayaan.
*Ruang lingkup budaya : materi, perilaku, nilai spiritual yang non-materi sifatnya.
*Bentuk memperjuangkan Hak Asasi Manusia digerakkan oleh spritualitas altruistik yang berdasarkan solidaritas pada manusia atau solidaritas pada kehidupan.
Catt : Atruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memikirkan kesejahteraan diri sendiri. Yakni motivasi membantu orang lain tanpa mempedulikan ganjaran yang didapatkan.Pancasila membawa beberapa bentuk spiritualitas, yakni religius, mistik, altruistik. Pancasila tidak menjamin bahwa manusia menganut seperti yang digambarkan oleh spritualitas sebagai sumber kejujuran, integritas dan keluhuran budi. Perlu dicanangkan suatu revolusi mental.
*Revolusi mental merupakan suatu tindakan yang drastis diperlukan karena urgensi tinggi, sesuai situasi yang memerlukan kebangkitan, sementara proses pembentukan nilai-nilai spritual merupakan proses kontinyu pendidikan budi pekerti. Mencanangkan revolusi mental berarti kembali pada kesadaran manusia sebagai sumber spritualitas dengan tujuan menjembatani antara gagasan dan tindakan, membentuk disposisi batin peneguhan nilai-nilai spiritual yang berdampak pada realitas kehidupan.
*Peninggalan pemerintah kolonial masih merupakan suatu mozaik etnisitas (kedaerahan atau kesukuan) yang merupakan suatu sosok atau “Gestalt” sementara cita-cita kesatuan nasional, terutama sejak reformasi berkonteks multikultural.Karakter dan jati diri etnik dengan kearifan lokal dapat menyumbang wawasan perihal manusia Indonesia yang multikultural.
*Kearifan adalah suatu wawasan total menghadapi sesama manusia, lingkungan alam, dan dimensi metafisik/adikodrati, dan dapat mempengaruhi sikap hidup secara konkret. Genius mengacu pada keunggulan dalam suatu bidang. Local genius budaya Nusantara menyangkut suatu keunggulan yang menjadi karakteristik kelompok atau komunitas lokal. Keduanya menyangkut suatu kelompok atau komunitas yang ditandai secara lokal.
*Berilah pendidikan yang tidak saja meningkatkan kecerdasan tetapi hati nurani.
*Bagi manusia being adalah secara konkret “being there” atau Dasein, dan ciri Dasein sekaligus sudah bersifat Sein-zum Tode menghadapi ketiadaan dalam kecemasan.
*Hidup ini berlangsung lewat tindakan kini dan nanti, disebut karma dan jiwa lewat kelahiran, upaya tindakan, dan penderitaan dalam hidup berserta kematian disebut samsara tanpa akhir. Bukan kematian yang merupakan penderitaan, tetapi penderitaan adalah siklus abadi, lahir, hidup, dan mati berulang kali. `
Catt : samsara adalah sebuah keadaan kelahiran kembali yang berulang-ulang tanpa henti. Karma adalah tindakan yang diperbuat selama hidup di dunia.