Perihal Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI digunakan untuk melihat apakah pemasalahan terdasar di masyarakat dapat teratasi. Pemasalahan terdasar yang dimaksud adalah kemiskinan, pengangguran, buta huruf, ketahanan pangan hingga penegakan demokrasi. Tidak hanya melihat apa saja permasalahan yang telah teratasi, tetapi juga melihat kenapa ada ketertinggalan yang terjadi. Terdapat beberapa factor penghambat pembangunan manusia seperti eskulis perempuan, etnis minoritas, serta orang-orang tertinggal di daerah terpencil.

Langkah utama yang dilakukan agar mempunyai IPM yang tinggi adalah dengan mengurangi kesenjangan. Selain itu, pendorong utama pembangunan berkelanjutan adalah kesetaraan gender. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan perlu suara dari masyarakat termajinalakan dalam pengambilan keputusan. Upaya ini untuk memutus ekskuli dan deprivasi.

Indonesia sendiri berada pada kategori kelas menengah. Tantangan Indonesia saat ini adalah mendorong peningkatan rata-rata lamanya sekolah penduduk dewasa di Indonesia. Untuk menghadapi tantangan ini, Pemerintah merancang Kartu Indonesia Pintar, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan rata-rata lamanya sekolah dan menekan angka drop out di sekolah.

IPM melakukan perbandingan dari

  1. Harapan hidup : mencerminkan lama hidup sekaligus hidup sehat suatu masyarakat
  2. Melek huruf
  3. Pendidikan : harkat dan martabat manusia meningkat apabila mempunyai kecerdasan yang memadai
  4. Standar hidup : yakni jumlah yang bekerja, jumlah pengangguran , jumlah persetanse penduduk miskin

Tiga dimensi IPM

  1. Umur Panjang dan hidup sehat : diukur dengan angka harapan hidup saat kelahiran dengan usia harapan hidup yang Panjang
  2. Pengetahuan : diukur dengan angka harapan sekolah dan angka rata-rata lama sekolah
  3. Standar hidup layak : melalui Produk Domestik Bruto (PDB), yakni keseimbangan kemampuan belanja perkapita

Manfaat IPM menurut BPS

  1. IPM merupakan indicator penting dalam upaya membangun kualitas hidup manusia
  2. Menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau negara
  3. Sebagai data strategis : yakni ukuran kerja pemerintah serta alokator penentuan dana alokasi umum (DAU)

IPM menggambarkan sejauh mana negara telah menggunakan sumber daya penduduknya untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia negara atau wilayah tersebut. Mutu kehidupan bangsa dicapai oleh mutu kehidupan individua tau perorangan

Empat elemen pokok pendekatan konseptual pembangunan manusia :

  1. Produktivitas : yakni memperoleh pendapatan dan berpartisipasi dalam pasar kerja
  2. Pemerataan : semua mempunyai kesempatan sama dalam ekonomi, sosial, politik
  3. Berkelanjutan : kegiatan dalam rangka terus-menerus
  4. Pemberdayaan : semua lapisan masyarakat berpatisipasi penuh dalam proses pembangunan

Human Capability Approach menekankan pada gagasan kemampuan manusia, karena manusia merupakan inti dari pembangunan. Pembangunan manusia merupakan kemampuan seseorang melalui perbaikan taraf Kesehatan, pengetahuan, atau Pendidikan dan keterampilan. Pembangunan tidak hanya untuk masyarakat tetapi juuga oleh masyarakat.

Pendekatan utama dalam melihat pembangunan manusia dapat melalui basic needs approach. Dimana tujuan akhir dari pembangunan mansuia adalah jaminan kebutuhan dasar yang layak bagi setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup panjang dan sehat serta memiliki kesempatan untuk memiliki pengetahuan yang tinggi agar nantinya bisa lebih produktif. Selain itu juga dapat melalui kapabilitas atau sin capabilities approach yang menjadikan kebebasan manusia menjadi luas. Yakni kemampuan dalam bentuk menjadi seseorang (being) yang melakukan tindakan (doing).

Terdapat beberapa keuntungan pembangunan manusia. Pertama, sebagai sumbangan terbesar untuk produktivitas. Selanjutnya, mengurangi tingkat reproduksi tidak terkendali. Ketiga, menguntungkan bagi lingkungan fisik, yakni mengurangi populasi. Keempat, mendorong penentuan prioritas pembangunan. Yakni menempatkan manusia sebagai tujuan dan pusat dari aktivitas pembangunan.

Sumber : Kebijakan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (Yusniah Anggraini)

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started