Sebelum, Setelah, dan Ketika Bertemu Jodoh

sumber : gramedia

Untuk mengasah pisau memang di Jakarta tempatnya. Tapi kota ini bisa membunuh juga. Tergantung pada dirimu sendiri.

– dalam cerita “Nora”

Kalaupun ada keluhannya, itu sama saja dengan keluhan orang-orang muda seusianya, yaitu mengeluhkan keadaan yang tidak kunjung lebih baik, malahan lebih buruk.

dalam cerita “Nora”

Aku anak ayah. Apapun yang dimaui ayah, aku terima. Maka itu, sebelum aku hanyut terjauh dari emosiku, aku secepatnya meredamnya. Agar tidak terjadi konflik antara aku dan ayah atau dengan siapapun. Tak terlintas dalam pikiran kami untuk membantah maunya Ayah. Karena memang tidak ada gunanya.

dalam cerita “Kawin”

Buku ini merupakan kumpulan dari 10 cerita pendek, dan 9 dari 10 cerita memiliki kesamaan tema, yakni jodoh. Entah itu cerita mengenai kehidupan tokoh ketika bertemu jodohh, sebelum ketemu jodoh ataupun setelah bertemu jodoh. Buku ini mencoba mengkritik tradisi kuno yang merugikan tokoh karena tradisi tersebut telah tidak relevan dengan perkembangan masa.

  1. Jodoh : bercerita tentang Badri yang menyukai Lena, namun terus ditolak karena keselahan yang ia lakukan di masa lalu. Hingga berbagai peristiwa terjadi yang membawa Badri berjodoh dengan Lena.
  2. Kawin : kisah Ismet yang dijodohkan oleh Mamak yang telah merawat ia sedari kecil, namun ingin menolak karena tidak ingin cepat menikah dan telah berpacaran selama 3 tahun di tanah rantau.
  3. Kisah Seorang Pengantin : kisah tentang seorang wanita yang harus memilih untuk menikah dengan duda beranak ataukah menikah dengan lelaki lajang tampan yang memiliki pacar yang cantik.
  4. Cerita Malam : kisah tiga babak seorang supir yang menyukai anak majikannya
  5. Kisah Seorang Hero : kisah seorang lelaki yang ingin menolong seorang wanita yang hampir terlibat bahaya namun ragu karena ingat anak dan istri di rumah
  6. Cina Buta : kisah tentang suami istri yang memiliki hubungan yang renggang karena sang istri sering histeris dan berbuat sesukanya.
  7. Perebutan : kisah tentang kehidupan Marabunsu yang direbutkan oleh berbagai perempuan dan calon mertua.
  8. Maria : kisah tentang Maria, seorang wanita karir yang harus bekerja diantara lelaki.
  9. Nora : kisah tentang Nora, seorang wanita idealis dan independent yang memiliki masa depan yang tak diperkirakan oleh orang banyak sebelumnya.
  10. Ibu : kisah tentang ibu yang merupakan orang tua tunggal dengan 10 orang anak yang terus membesarkan dan merawat anak-anaknya tanpa mengeluh dan hanya menyimpan lukan seorang diri.

Bicara tentang Korupsi dari Sudut Pandang Pegawai Negeri

“Aku menyesal karena terlambat menyadari semua ini, dan terlalu mahal harga yang harus kutebus untuk mengetahui semua ini tak benar. Generasi kalian tak seharusnya mengulangi kesalahanku”

Korupsi, Pramoedya Ananta Toer

Sama dengan narkoba, korupsi merupakan topik yang selalu menjadi tema untuk disosialisasikan kepada masyarakat banyak, entah itu anak muda ataupun kaum dewasa. Sebagai bentuk sarana pencegahan, katanya. Namun pada kenyataannya korupsi juga dilakukan oleh orang baik-baik yang menyadari betul dampak dari korupsi. Begitu juga yang diceritakan pada novel Korupsi oleh Pramoedya Ananta Toer dan 86 karya Okky Madasari. Kedua penulis Indonesia ini mencoba menggambarkan korupsi dari sudut pandang pegawai negeri.

Novel Korupsi merupakan karya pertama Pram  yang saya baca. Saya dikejutkan dengan tutur cerita yang ringan dan mudah dipahami. Novel korupsi bercerita tentang Bakir, seorang pegawai negeri yang hidupnya semakin kesusahan karena harga bahan pokok melambung naik.  Bakir juga harus menghidupi anak-anaknya yang kian dewasa dan membutuhkan biaya sekolah. Barki heran kenapa para bawahannya dahulu lebih hidup sejahtera dibandingkan dirinya sendiri.

Sedangkan 86 bercerita tentang Arimbi, seorang juru ketik lugu pada sebuah pengadilan di Jakarta Selatan. Sama seperti Bakir, Arimbi awalnya merupakan ‘pegawai lurus’ yang selalu mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Kemudian Arimbi mulai mengenal istilah 86 yang awalnya merupakan kode di kepolisian namun lamban laut mempunyai makna ‘asal ada uang beres’

Baik Bakir maupun Arimbi sama-sama memulai korupsi dari hal yang sederhana. Namun perasaan tak puas mengikuti mereka hingga jumlah uang dikorupsi bisa menimbulkan kerugian yang besar bagi negara. Kedua tokoh sama-sama merasa bahwa apa yang mereka peroleh merupakan imbalan dari pekerjaan yang mereka jabat sehingga tidak ada rasa bersalah dalam diri mereka. Kedua novel ini juga memperlihatkan bagaimana hancurnya hati keluarga ketika mengetahui bahwa kerabat mereka tertangkap tangan melakukan korupsi. Baik Bakir maupun Arimbi, tidak ada ending membahagiakan bagi keduanya. Yang ada hanyalah penyesalah dan hidup dalam Kesia-siaan. Novel seperti ini merupakan edukasi dan contoh yang baik untuk terhindar dari korupsi.

Membaca Tulisan Jurnalistik Dari Peraih Nobel Sastra

Tertarik membeli buku ini karena buku ini merupakan tulisan jurnalistik dari seorang peraih nobel sastra. Yak, Gabriel Garcia Marquez namanya. Ada 15 tulisan jurnalistik pada buku ini, dan penceritannya seperi dalam cerita pendek yang sangat menarik untuk dibaca.

Continue reading “Membaca Tulisan Jurnalistik Dari Peraih Nobel Sastra”

Perihal Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI digunakan untuk melihat apakah pemasalahan terdasar di masyarakat dapat teratasi. Pemasalahan terdasar yang dimaksud adalah kemiskinan, pengangguran, buta huruf, ketahanan pangan hingga penegakan demokrasi. Tidak hanya melihat apa saja permasalahan yang telah teratasi, tetapi juga melihat kenapa ada ketertinggalan yang terjadi. Terdapat beberapa factor penghambat pembangunan manusia seperti eskulis perempuan, etnis minoritas, serta orang-orang tertinggal di daerah terpencil.

Langkah utama yang dilakukan agar mempunyai IPM yang tinggi adalah dengan mengurangi kesenjangan. Selain itu, pendorong utama pembangunan berkelanjutan adalah kesetaraan gender. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan perlu suara dari masyarakat termajinalakan dalam pengambilan keputusan. Upaya ini untuk memutus ekskuli dan deprivasi.

Continue reading “Perihal Indeks Pembangunan Manusia”

Dunia Anna : Sebuah Nestapa Generasi Masa Depan, Penyesalan Generasi Masa Lampau

Berbeda dengan buku terdahulunya, yakni Dunia Sophie, Dunia Anna lebih menyoroti permasalahan lingkungan yang dilakukan oleh manusia dibanding dengan pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh para filsuf. Penulis mengajak pembaca untuk ikut melihat realitas yang ada saat ini, serta mengajak pembaca untuk ikut memikirkan dampak yang akan terjadi pada generasi masa depan. Pembaca ikut disadarkan bahwa manusia selama ini hanya memikirkan dirinya untuk keuntungan dirinya saja, padahal manusia hanya satu dari sedikit komponen yang ada di alam semesta

Continue reading “Dunia Anna : Sebuah Nestapa Generasi Masa Depan, Penyesalan Generasi Masa Lampau”

Menertawakan Kesialan Melalui ‘Muslihat Musang Emas’

Kumpulan cerpen ‘Muslihat Musang Emas’ merupakan buku karya Yusi Avianto Pareanom pertama yang saya. Buku ini terasa menyegarkan, walau cerita yang dibahas cenderung termasuk dalam humor yang gelap. Sebagian besar cerita dalam cerpen ini mempunyai alur  yang maju mundur, sehingga pembaca harus teliti. Namun hal itu yang membuat masing-masing cerita begitu menarik untuk disimak hingga akhir. Beberapa cerpen juga telah dipublikasikan sebelumnya dalam media massa. Ada beberapa cerita dalam buku ini, yakni :

  1. Muslihat Musang Emas : menceritakan dua orang pria yang berencana untuk membuat agama baru melalui pengalaman kesialan yang menimpanya. Donny, salah satu dari pria tersebut ikut menceritakan pengalamannya ketika baru saja bercerai dari istrinya dan dipaksa untuk tidak menemui putrinya lagi. Akibat peristiwa itu, Donny merasa berada di lubang gelap dan kemudian sosok Elena hadir dalam hidupnya.
  2. Ia Pernah Membayangkan Ayahnya adalah Hengky Tornando : bercerita tentang seorang pria yang baru menerima email elektronik dari seorang wanita yang mengaku sebagai putrinya. Wanita bertemu untuk meminta pria tersebut untuk menjadi wali nikahnya. Ketika berbincang dengan putrinya yang hanya berjarak 15 tahun dengan dirinya, dia baru menyadari bahwa saat ini dia telah mempunyai cucu.
  3. Bagaimana Ben Kembali Memeluk Islam : menceritakan kemalang yang dialami Ben dalam kasus pengejaran dompet yang baru ia sadari telah menghilang setelah turun dari bus Kopaja. Ben harus mengalami berbagai kemalangan beruntun yang membuatnya harus mengucapkan kalimat syahadat lagi.
  4. Gelang Sipaku Gelang (1) : menceritakan perkelahian antara Usman Bersaudara dengan Orkes Melayu Soneta yang berawal dari saling mengejak mengenai urutan tampil hingga saling mengamuk karena lagu ‘Gelang Sipaku Gelang”
  5. Gelang Sipaku Gelang (2) : daerah Barutikung, perlahan menghilang. Satryo Beni yang pernah bertengkar dengan Setyo Andi perihal ‘Gelang Sipaku Gelang’ mulai bernostaglia dan menceritakan kehidupan mereka setelah peristiwa itu terjadi.
  6. Samsara : menceritakan Sabda Dhani yang berupaya bunuh diri setelah mengetahui bahwa dia merupakan anak hasil perkawinan sedarah. Sabda Dhani sangat shock mengetahui hal tersebut namun berbagai upaya bunuh diri tidak jadi ia lakukan karena takut apabila percobaan bunuh diri itu gagal akan menambah penderitaan dalam hidupnya. Kemudian dia memutuskan untuk ke Afghanistan, ikut berperang dengan nama agam agar dapat mati terhormat. Namun keinginannya gagal karena berbagai kejadian yang menyebabkan ia tak bisa turun ke lapangan. Kemudian dia dipulangkan dan harus masuk ke Cipinang karena mengonsumsi sabu. Setelah dari cipinang ia kemudia membuka tempat pangkas rambut.
  7. Benalu Tak Pernah Lucu : menceritakan Berto, seorang pelawak tunggal yang tampil di depan berbagai acara dengan berbagai audiens. Hingga pada suatu hari ia diminta tampil dalam sebuah acara partai besar. Sebelum acara tersebut dimulai, Berto berharap kesialan akan menimpa pemimpin partai tersebut agar ia tak ikut mendengar lawakan Berto. Namun pada akhirnya kesialan tersebut justru dating kepada Berto.
  8. Penyair yang Meninggalkan Ibadah Puisi : menceritakan seorang penyair yang galau menerima permintaan membaca puisi karena setiap ia melakukan hal tersebut di luar kota, pasti ada kerabatnya yang meninggal dunia.
  9. Alfion : menceritakan Alfion seorang pria yang telah melakukan banyak kejahatan yang dilatar belakangi kebenciannya dengan ayah yang selalu memarahinya.
  10. Upaya Menulis Sebuah Cerita Detektif : menceritakan seorang pria yang berupaya membantu Zen Abacus, seorang pria yang suka seenaknya dalam hal pembuatan naskah scenario sinetron televisi. Padahal sebelum bertemu Zen Abacus ia telah merancang novel cerita detective yang mau tidak mau harus ia rombak lagi karena Zen Abacus juga memakai idenya untuk menggunakan detektif sebagai tokoh.
  11. Bangsawan Deli dan Delia : menceritakan kehebohan tenggelamnya kapal dagangan bangsawan Deli di Selat Malaka dan konon berhantu. Cerita tersebut merebak luas di Jakarta. Seminggu kemudian, Jakarta digemparkan lagi dengan penemuan mayat anak perempuan bernama Delia, yang tewas secara misterius dan dicuragai sebagai korban pembunuhan berantai.
  12. B.u.d : menceritakan seorang tokoh yang amat menggemari palindrom, kemudian meninggalkannya, hingga Kembali menggemarinya serta menemukan jodohnya melalui palindrom.
  13. Buris : menceritakan seorang tokoh yang terlibat cinta segitiga dengan Buris dan Rara. Buris diceritakan sebagai tokoh yang suka seenaknya.
  14. Pemuda Penyayang : tentang seorang lelaki yang amat menyayangi perempuan hingga tidak berani menyentuhnya, dan ketidakberhasilannya mendapatkan pasangan walaupun sudah berumur 26 tahun.
  15. Kecerdasan dan Cairan Pekat : tentang Windu yang sebentar lagi harus mengikuti ujian nasional, namun merasa gugup karena nilainya tidak pernah bagus karena masuk kelas ipa yang tidak sesuai dengan minatnya. Kemudia dia melakukan berbagai cara untuk menambah kecerdasannya.
  16. Suatu Hari Dalam Kehidupan Warga Depok yang Pergi ke Jakarta : tentang seorang warga Depok yang harus bolak-balik ke Jakarta untuk mengurus paspor maupun bertemu dengan teman-temannya. Dalam perjalanannya menuju Jakarta, ia banyak berbincang dengan berbagai orang yang pada akhirnya menyebabkan ia merasa kelelahan intelektuil.
  17. Pergi ke Malang : tentang seorang lelaki berumur 57 tahun yang berencana berangkat ke Malang untuk menemui kakak perempuannya yang sedang sakit keras. Diceritakan juga bagaimana hubungan tokoh dengan anak lelakinya, istrinya, kakak istrinya, dan suami dari kakak istrinya.
  18. Nasihat Bagus : tentang seorang buzzer tokoh politik yang kecewa karena pemimpin partai politik tersebut pindah Haluan bergabung dengan orang yang selama ini ia kata-katai di media social.
  19. Ular-ular Temanten : menceritakan seorang pria yang menikah di usia cukup muda, yakni 21 tahun dan telah merasakan asam pahitnya pernikahan. Hingga suatu hari ia diajak untuk memberi nasihat pada penikahan yang diselenggarakan temannya.
  20. Pak Pendek Anggur Cap Orang Tua Terakhir di Dunia : tentang Jarwo yang terlahir cebol dan dibawa oleh bos besar Anggru Cap Orang Tua untuk dipelihara agar dapat membawa peruntungan bagi perusahaannya.
Design a site like this with WordPress.com
Get started